sebatasmenahan lapar, dahaga, dan jimak seperti itu karena dia belum memahami betul hakikat puasa Ramadhan itu sendiri. Untuk memahami hakikat puasa, maka kita harus Jadi, puasa Ramadhan yang benar adalah bukan hanya puasa dalam arti 'tidak makan, tidak minum, dan tidak berhubungan dengan istri'. Ada ibadah-ibadah lain yang menjadi
PuasaItu Bukan Cuma Sekedar Menahan Lapar dan Dahaga. Kita semua wajib mengetahui juga bahwa hakikat puasa adalah tidak hanya sekedar meninggalkan makan dan minum, akan tetapi Allah telah mensyari'atkan ibadah puasa ini untuk menghasilkan ketaqwaan.
Ibadahpuasa yang kita jalani dengan susah payah dengan menahan dahaga dan lapar dari pagi dini hari hingga saat maghrib, akan sia-sia tanpa pahala apabila kita tidak mampu menahan diri dari perbuatan-perbuatan yang dapat menyakiti orang lain. Menyakiti orang lain merupakan kezaliman dan oleh karenanya merupakan kemaksiatan.
Puasayang berkualitas dapat ditempuh dengan upaya menjaga anggota badan dari dosa. Puasa berkualitas menurut Imam Al-Ghazali disebut sebagai shawmul khushush. Puasa berkualitas ini merupakan puasa orang-orang shaleh terdahulu. Puasa berkualitas dapat ditempuh bukan sekadar menahan diri dari rasa lapar dan dahaga saja.
Puasapada hakikatnya bukan sekedar menahan tidak makan, tidak minum, tidak melaksanakan hubungan suami-istri. Artinya: Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga. (HR An-Nasa'i). Mengapa demikian? Dikarenakan mereka tidak berkualitas, puasa mereka tidak berkualitas
gJjP.
puasa bukan sekedar menahan lapar dan dahaga